navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

Viral, Janda di Cianjur Melahirkan Tanpa Hamil, Ini Penjelasan Medisnya


 Viral, Janda di Cianjur Melahirkan Tanpa Hamil, Ini Penjelasan Medisnya


Baru-baru ini janda bernama Siti Jainah (25) menjadi viral lantaran mengaku melahirkan tanpa adanya kehamilan, dan melakukan hubungan suami istri dengan siapapun.


Selain itu, warga Kabupaten Cianjur ini juga mengaku tak mengalami tanda-tanda kehamilan pada umumnya dan perutnya masih rata.


Siti Jainah juga merasa perutnya sakit dan mengira asam lambungnya kumat. Satu jam setelahnya, Siti justru melahirkan bayi perempuan dengan bantuan Bidan Desa.


"Beberapa jam sebelum melahirkan perasaan saya merasa ada yang masuk ke dalam rahim saya dan terasa sakit. Setelah itu selama 15 menit perut saya tiba tiba buncit dan membesar selang dua menit perut saya kembali rata dan besar lagi,"


"Akhirnya perut saya merasakan mules dan langsung melahirkan bayi berjenis perempuan," ujar Siti Jainah.


Menurut Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan Cianjur, Irvan Nur Fauzi, kasus yang dialami oleh Siti dinamakan sebagai cryptic pregnancy atau kehamilan samar.


"Mengapa itu bisa terjadi? Penyebabnya dua hal, faktor fisik atau faktor psikis. Bisa salah satu di antaranya atau bisa keduanya," kata Irvan


Soal siapa ayah dari bayi tersebut, diduga kuat ia adalah mantan suami Siti. Pasalnya, Siti dan suaminya baru bercerai empat bulan sebelum bayi itu lahir ke dunia.


Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Nia Sofia, juga meyakini bahwa kondisi yang dialami Heni adalah kehamilan samar.


"Proses kehamilan masih normal jika dilihat sesuai kacamata medis. Logikanya, tidak mungkin ada hamil 1 jam bisa langsung melahirkan,"


"Kalau kami memvonis kehamilan itu disembunyikan oleh sang ibu, kami tak menilai seperti itu. Ini bisa dijadikan literatur sebagai cryptic pregnancy (kehamilan samar). Tapi masa sih ibu dengan kelahiran anak ketiga tidak merasakan sedang hamil," jelas Nia.

Related Posts