navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

Satu Keluarga Ditemukan Tewas, Sang Ayah Tergantung


 Satu Keluarga Ditemukan Tewas, Sang Ayah Tergantung


Warga Blitar gempar setelah satu keluarga ditemukan tewas di dalam rumah.


Satu keluarga yang terdiri dari seorang ayah yakni Suyani (56) serta dua anaknya Nada Rinza Fransiska (21) dan Samuel Ardian Pradana (9) ditemukan tewas di rumahnya, Jumat (19/1/2021).


Ketiganya merupakan warga di Dusun Sumbertuk, Desa Sumberjo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.


Kapolres Blitar AKBP Leonard M. Sinambela mengatakan hasil otopsi menyebutkan baik Nada dan Samuel tewas karena berhentinya suplay oksigen ke dalam tubuhnya. Saluran pembuluh darah ke otak juga berhenti.


Dari visum luar, terdapat luka lecet dengan bentuk tidak beraturan. Ini terjadi akibat adanya tekanan yang terjadi di leher keduanya. Dokter forensik menyebut ini terjadi akibat adanya tekanan benda tumpul.


Hasil otopsi lainnya terungkap, Samuel juga mengeluarkan busa darah halus dari hidung dan mulutnya. Ini juga akibat adanya tekanan pada bagian lehernya.


Meski hasil otopsi sudah menunjukan dua anak itu tewas dibunuh, tapi polisi belum berani mengambil kesimpulan siapa pembunuhnya kendati kecurigaan pelaku adalah ayah korban, Suyani sendiri.


"Analisa seperti itu masih menjadi bagian pertimbangan kami. Tentunya kita bekerja berdasarkan fakta hukum. Dan pemeriksaan medis tentunya sangat membantu," ujarnya, Sabtu (30/1/2021).



Leonard mengaku, polisi selanjutnya akan memeriksa beberapa barang bukti yang ada di lokasi. Bantal dan boneka yang menutupi wajah Nada dan Samuel akan diperiksa.


Polisi juga akan mengidentifikasi keberadaan darah yang ada di kaos kaki Suyani. Karena kaos kaki itu dipakai Suyani, Sang Ayah, ketika memilih gantung diri.


Pemeriksaan lainnya, kata Leonard, juga berkaitan dengan anggota tubuh Nada dan Samuel. Leonard mengisyaratkan ada cairan yang bakal diperiksa melalui laboratorium forensik.


Langkah itu dilakukan untuk mengungkap kronologis terbunuhnya Nada dan Samuel, serta akhir hidup Suyani, ayahnya.


"Sehingga peristiwa ini bisa kita konstruksikan berdasarkan fakta hukum atau kejadian yang sebenarnya," tutup Leonard.


Sebelumnya warga di Dusun Sumbertuk, Desa Sumberjo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar dikejutkan dengan kabar meninggalnya Suyani dan dua anaknya pada Jumat (29/1/2021).


Saksi pertama yang menemukan peristiwa ini ialah, Nur, kerabat Suyani ketika mengecek rumah. Ini setelah panggilan telepon anak pertamanya yang kerja di Timor Leste tak direspon Suyani.

Related Posts