navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

Rinto Sabua, Bos Preman Yang Berkelakuan Sadis, Giliran Ditangkap Menangis


 Rinto Sabua, Bos Preman Yang Berkelakuan Sadis, Giliran Ditangkap Menangis


Bolehlah pria di Gorontalo ini mendapatkan julukan bos preman. Namun julukan itu langsung luntur kala dia ditangkap pihak berwajib lantaran melakukan penganiayaan.


Rinto Sabua namanya. Saat menganiaya, dia tampak sadis, tapi giliran ditangkap eh malah menangis.


Meski menyandang sebagai bos preman, mental Rinto Sabua langsung rontok saat ditangkap tim gabungan dari kepolisian dan TNI.


Saat ditangkap, Rinto bersembunyi di semak-semak seperti yang terekam dari video yang beredar viral di media sosial (medsos) dalam beberapa hari ini.


Rinto Sabua diketahui sudah malang melintang di dunia perpremanan di kawasan THM Tiara Queen Gorontalo cukup lama.


Dia cukup dihormati oleh kalangan preman di wilayah tersebut. Rinto pun dikenal tak segan menganiaya orang.


Nah, terkini adalah Rinto nekat mengeroyok seorang anggota TNI dari Raider Yonif 715 R/MTL TNI Gorontalo.


Bersama 11 orang lainnya, pria berbadan gempal itu menganiaya Pratu Miftahul Ikhsan Rambe hingga mengalami luka parah.


Anggota TNI yang menjadi korban keganasan Rinto Sabu dan kolega pun harus dilarikan ke rumah sakit karena luka yang diderita cukup serius.


Penganiayaan diketahui terjadi di kawasan Quen Tiara Club Jl Prof Dr Aloe Saboe, Wongkaditi, Kota Utara, Kota Gorontalo Senin (1/2/2021) dini hari sekitar pukul 04.15 Wita.


"Pelaku harap menyerahkan diri karena kasus ini kita usut sampai tuntas," kata Akhmad, Selasa (2/2/2021).


Salah satu pelaku bernama Rinto diringkus tim gabungan TNI-Polri saat melarikan diri di seputaran pegunungan Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulontalangi, Kota Gorontalo pada Selasa (2/2/2021).


Sementara empat pelaku lainnya ditangkap di sejumlah lokasi berbeda.


Para pelaku saat ini ditahan di Polda Sulsel menunggu kasus ini tuntas.

Related Posts