navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

Kronologi Bayi 14 Bulan di Makassar Dipukul dan Diinjak Pacar Ibunya


 Kronologi Bayi 14 Bulan di Makassar Dipukul dan Diinjak Pacar Ibunya


Makassar - Seorang bayi laki-laki di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, GA, harus dilarikan ke RS Polri Bhayangkara Makassar, karena mengalami luka di sekujur tubuhnya. Bayi berusia 14 bulan ini dianiaya oleh pacar atau kekasih ibu kandungnya sendiri.


Menurut ibu korban, Satriani, 18 tahun, anaknya dianiaya oleh pacarnya, Raikhan Parandi. Korban dipukul dengan cara dipukul, kemudian diinjak-injak dan dibanting.


“Pacar saya sendiri memukul anak saya di kost,” kata Satriani saat ditemui di Polres Panakkukang, Selasa 9 Februari 2021 dini hari.


Menurut dia, penganiayaan bermula saat mereka menyewa di Jalan Haji Kalla, Kota Makassar. Saat itu, bayi sedang rewel dan menangis. Dan tiba-tiba pacarnya marah tanpa alasan


Kemarahan pacarnya segera dilampiaskan pada bayi yang tidak bersalah itu. Pelaku mendatangi bayi tersebut dan langsung memukulnya dengan tinjunya di wajah berulang kali. Selain dipukul, pelaku juga membanting korban ke lantai dan kasur.


“Pelaku sudah menginjak, bahkan menggigit anak saya,” imbuhnya.


Ia pun mengaku Satriani tak bisa berbuat apa-apa, saat pacarnya menganiaya bayinya dengan kejam. Karena bila dia bersuara atau melarang pelaku, anaknya akan dipukul lagi. Jadi, dia menyerah begitu saja melihat bayinya dengan suami sebelumnya dianiaya.


“Saya takut, karena kalau saya langsung teriak bawa anak saya, saya akan terus dipukul,” ujarnya sambil menangis.


Setelah korban berlumuran darah dan menangis histeris, pelaku langsung keluar kamar dan pergi dengan mengendarai sepeda motor. Saat itu, Satriani langsung melapor ke Polsek Panakkukang.


Sebelumnya, Kapolsek Panakkukang Kompol Jamal Fatur Rakhman mengatakan, kasus penganiayaan sedang dalam pemeriksaan. Petugas menyambangi lokasi penganiayaan di rumah kontrakan ibunya di Jalan Haji Kalla, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.


"Kami ke lokasi dan ternyata benar. Kami menemukan noda darah di selimut dan kasur. Darah ini milik korban," kata Jamal FR.


Hingga saat ini, korban dirawat di RS Bhayangkara Makassar. Dia menderita luka memar di wajah, mulut, bibir, dada, mata dan jari. Polisi saat ini sedang memburu pelaku.

Related Posts