navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

Inilah faktor-faktor penyebab gangguan kesuburan pada pria dan wanita


 Inilah faktor-faktor penyebab gangguan kesuburan pada pria dan wanita


Gangguan kesuburan (infertilitas) banyak dialami oleh pasangan suami istri di Indonesia. Dari 47 juta pasangan usia subur pada 2020, 10-15 persen mengalami gangguan ini.


Gangguan kesuburan adalah suatu keadaan ketika suami istri melakukan hubungan seks secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi selama satu tahun, namun belum berhasil melahirkan. Laki-laki, perempuan, dan kedua faktor tersebut memiliki andil yang sama sebagai penyebab kemandulan.


Aida Riyanti, Spesialis Konsultan Kesuburan, Endokrinologi, dan Reproduksi di RS Pondok Indah IVF Center, menjelaskan infertilitas terbagi menjadi dua jenis.


Yang pertama adalah infertilitas primer, suatu kondisi di mana pasangan belum pernah mengalami kehamilan sebelumnya. Kedua, infertilitas sekunder, yang terjadi pada pasangan yang pernah memiliki anak tetapi mengalami kesulitan untuk hamil berikutnya.


Aida menuturkan banyak faktor penyebab kemandulan. Pada pria, kemandulan bisa disebabkan oleh kelainan pada sperma, mulai dari jumlah, bentuk, kemampuan sperma untuk bergerak, hingga materi genetik (DNA) sperma.


Sedangkan pada wanita, infertilitas dapat disebabkan oleh gangguan pematangan sel telur (ovulasi), obstruksi atau infeksi saluran ovarium, masalah pada rahim, dan gangguan pada rahim atau ovarium seperti kista coklat (endometriosis).


“Karena itu, saat pasien pertama kali berkonsultasi, kami akan mendalami riwayat kesehatan pasien dan merujuk pasien untuk melakukan pemeriksaan kesuburan,” ujarnya dalam webinar yang digelar RS Pondok Indah, Kamis (4/2/2021).


Berbagai kelainan dikatakan dapat dideteksi melalui pemeriksaan khusus, termasuk USG transvaginal, dan pemeriksaan histerosalpingografi (HSG) sebagai pemeriksaan dasar.


Pemeriksaan USG transvaginal diperlukan untuk melihat apakah ada kelainan yang dapat mengganggu proses kehamilan seperti kelainan anatomi bawaan, adanya mioma atau polip, melihat kondisi rahim dan ovarium, melihat ukuran organ ovarium, dan melihat jumlah telur yang Anda miliki.


Sedangkan pemeriksaan HSG berfungsi untuk melihat apakah ada penyumbatan pada saluran tuba atau tidak. Aida menjelaskan, hasil pemeriksaan tersebut akan membantu dokter dalam mendiagnosis dan memberikan pengobatan sesuai kondisi pasien.


Aida menambahkan, ada kondisi dimana penyebab kemandulan tidak bisa dijelaskan atau tidak bisa dijelaskan kemandulan. Dalam situasi ini semua hasilnya normal, tetapi pasangan mengalami kesulitan untuk hamil.

Related Posts