navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

Indahnya Keluarga Jika Para Suami Turut Bantu Pekerjaan Rumah Tangga


 Indahnya Keluarga Jika Para Suami Turut Bantu Pekerjaan Rumah Tangga


Siapa yang tidak mengetahui rancangan ‘suami bekerja serta istri mengurusi rumah tangga’, hal itu seperti sudah jadi hukum tidak tercatat yang mengedar di orang-orang. Walau tuturnya R. A Kartini sudah sukses memperjuangkan emansipasi wanita, tetapi sebenarnya jati diri seseorang wanita masihlah bergelut pada masalah rumah tangga.


Ya, mungkin saja beberapa sudah memahami arti kesamaan gender yang semestinya, tetapi apakah semuanya suami ingin menolong istri lakukan pekerjaan rumah tangga?


Umumnya suami seakan-akan malas menolong istri untuk sekurang-kurangnya membersihkan piring sesudah makan malam atau mengepel lantai. Mereka sangat gengsi untuk ikut serta memperingan pekerjaan istri yang terkait dengan pekerjaan rumah tangga. Hal itu mungkin saja dapat dimaklumi bila sang istri tak bekerja serta cuma konsentrasi pada keluarga. Tetapi diakui atau tidak, pekerjaan rumah tangga yang terlihat remeh itu nyatanya menguras tenaga yang begitu besar.


Oleh karena itu semestinya beberapa suami ikhlas menolong mengurangi beban sang istri. Sekurang-kurangnya bantulah istri untuk membersihkan piring atau menolong memeras cucian serta menjemurnya di tempat yang disiapkan. Suami serta istri yang keduanya sama bekerja serta repot dengan pekerjaan di luar bakal menyebabkan permasalahan yang mungkin saja begitu serius. Umumnya beberapa istri lah yang disalahkan dengan keadaan tempat tinggal yang tidak tertangani, lantaran umumnya suami berasumsi kalau rumah yaitu masalah wanita serta telah semestinya istri kerjakan itu semuanya.


Aisyah Radhiyallahu anha pernah di tanya “Apakah yang dikerjakan Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam didalam rumah? ” Aisyah menjawab “Beliau Shallallahu alayhi wa Sallam yaitu seseorang manusia umum. Beliau menambal baju sendiri, memeras susu serta melayani diri beliau sendiri”

(HR. Ahmad serta Tirmidzi)


Seseorang Rasul yang begitu di cintai Allah juga dengan ketawadhuan serta sikap rendah hatinya ikut menolong istrinya dalam pekerjaan rumah tangga serta tidak dan merta membebankan semuanya pekerjaan pada Aisyah.


Bukankah dengan sama-sama bahu membahu membereskan beberapa hal yang terkait dengan pekerjaan rumah tangga bisa mempererat jalinan suami serta istri? Dengan keduanya sama bersihkan sisi tempat tinggal kita jadi dapat berkomunikasi tambah baik dengan pasangan. Bila sampai kini komunikasi berdua telah terhalang oleh pekerjaan di kantor, jadi dengan bersihkan tempat tinggal berbarengan kita dapat membayar komunikasi yang terhalang sampai kini.


Ajaklah anak-anak. Kerjakan pekerjaan bersihkan rumah dengan mengasyikkan. Bukannya sama-sama menyalahkan keduanya. keluarga yang serasi itu bermula dari pasangan yang kreatif bikin saat yang menjemukan jadi begitu mengasyikkan. Bagilah pekerjaan untuk tiap-tiap anggota keluarga, hingga beban yang dipikul sang istri tidaklah terlalu berat.


Memperkerjakan seseorang asisten rumah tangga mungkin saja dapat jadi satu jalan keluar, tetapi kadang waktu jadi menyebabkan perseteruan yang baru. Bila memanglah tidak betul-betul membutuhkannya, Anda dapat mempekerjakan asisten rumah tangga yang bekerja paruh waktu. Selain dapat menghemat biaya, Anda juga tidak repot menyediakan ruang untuk asisten rumah tangga.


Selain itu, pakai teknologi yang bisa memudahkan pekerjaan rumah tangga. Seperti mesin pencuci, vacuum cleaner serta lain sebagainya. Bila memanglah tidak sangat mungkin, bermakna membagi tugaslah jalan keluar terbaik. Ayolah, luluhkan hati Anda untuk seumpamanya mengurangi beban sang istri terkasih

Related Posts