navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

Diajak Ngemis, Seorang Ibu Tak Sadar Anaknya Meninggal Di Gendongannya


 Diajak Ngemis, Seorang Ibu Tak Sadar Anaknya Meninggal Di Gendongannya


Kehilangan anak untuk selamanya menjadi titik terberat bagi seorang ibu. Terlebih jika sang ibu tidak mengetahui jika anaknya sudah meninggal walaupun sedang bersama.


Keadaan pilu tersebut kini dirasakan oleh seorang ibu berinisial NA (32). Anak balitanya ASG yang masih berusia 2 tahun meninggal dunia di gendongannya ketika diajak mengemis di Pasar Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.


Kepala Sub-Bagian Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing menjelaskan jika sang ibu terpaksa membawa balitanya bekerja mengemis lantaran tidak ada yang menjaga. Mengingat ASG tengah dalam keadaan sakit.


"(Korban) lagi sakit, karena kondisi ekonomi, dibawalah sama ibunya pas minta-minta," kata Erna kepada wartawan, Sabtu, 28/11 kemarin.


Tak Sadar Anaknya Meninggal Saat Hendak Disuapi Makan


Kejadian tersebut diketahui sang ibu saat hendak membangunkannya untuk makan di gendongan, ASG terlihat tidak merespon. Ia bertambah panik saat mengetahui wajah sang anak terlihat pucat.


Mengetahui anaknya tidak sadarkan diri NA pun berteriak dan mengundang perhatian pengunjung pasar.


“Dari keterangan sang ibu (NA), tiba-tiba bayinya itu terdiam diduga meninggal,” lanjut Erna.


Sempat Dibawa Ke Rumah Sakit

Diketahui dalam keadaan tersebut NA berinisiatif langsung membawa sang anak untuk memeriksakan buah hatinya ke RSUD Bantargebang, guna diberikan pertolongan dan mengetahui keadaannya.


"Setelah dicek oleh dokter korban pun dinyatakan telah meninggal dunia. Di tubuh korban tidak terdapat tanda tanda kekerasan," ujar Erna.


Dalam keadaan bersedih NA pun bercerita jika dalam beberapa hari belakangan sang anak memang sedang dalam keadaan sakit. Namun karena keterbatasan ekonomi dirinya pun tak memeriksakannya ke dokter.


"Karena kondisi ekonomi, jadi belum dibawa ke dokter," tandasnya.

Related Posts