navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

5 Kebiasaan Buruk Yang Sering Dilakukan Orang Tua Yang Akan Ditiru Anak


 5 Kebiasaan Buruk Yang Sering Dilakukan Orang Tua Yang Akan Ditiru Anak


Anak-anak belajar banyak hal dari orang tua, seperti kasih sayang, kejujuran, sportivitas, kesopanan, rasa hormat, dan sejumlah nilai baik lain. Orang tua menjadi panutan bagi anak.


Banyak orang tua yang tak menyadari, tidak peka, dan berperilaku tidak sopan sehingga mempengaruhi perkembangan moral juga kepekaan orang lain. 


Berikut lima kebiasaan buruk orang tua yang bisa mempengaruhi rasa empati anak.


1. Berbohong


Sebuah survei menemukan bahwa rata-rata hampir 1.000 foto diunggah orang tua secara daring. Orang tua yang selalu membual, terus-menerus membandingkan, dan terus mengabaikan prestasi anak-anak lain menurunkan kepercayaan orang tua lain. Anak-anak meniru apa yang mereka lihat dan dengar.


Solusi: Jika berbohong, sering mengabaikan prestasi anak sendiri, cobalah untuk lebih menyadari anak mempunyai keunikan masing-masing. Cobalah jujur dan terima anak apa adanya.



2. Tidak sportif


Jajak pendapat Reuters News pada 2011 menunjukkan bahwa 60 persen orang yang menghadiri acara olahraga melihat orang tua "bersikap kasar terhadap pelatih. Mereka berteriak soal hasil kerja anak atau mencemooh tim lawan. Perilaku buruk orang tua menyebabkan sportivitas anak rendah, miskin, dan dapat merusak kesenangan anak dalam beraktivitas.


Solusi: Perilaku buruk tidak dapat diabaikan, namun menghadapi orang tua ofensif pada saat itu dapat membuat hal-hal buruk. Lebih baik menjauh. Orang tua hendaknya bersikap positif dan menyemangati seluruh tim, bukan hanya anak sendiri.


3. Bergosip


Bergosip bisa menjadi cara untuk bersosialisasi dengan orang lain. Sangat mudah terjebak dalam lingkaran gosip dan menyebarkan rumor menyakitkan. Hati-hati anak meniru perilaku orang tua.


Solusi: Berjanji tidak bergosip. Tidak adil berbicara jika orang yang dibicarakan tidak ada.


4. Tidak disiplin


Orang tua tidak disiplin merusak harga diri anak. Bagaimana orang tua bisa mendisiplinkan anak jika diri sendiri tidak disiplin.


Solusi: Orang tua tidak bisa mengabaikan perilaku buruk yang bisa merugikan orang lain, seperti memukul, menggigit, dan mengintimidasi, atau bertentangan dengan nilai moral.


5. Membeda-bedakan


Sengaja meninggalkan orang lain merupakan salah satu bentuk perundungan. Jika ada orang yang bukan satu kelompok bermain, lalu membedakan perlakuan dan mengucilkan orang lain yang tidak satu kelompok dengan kita.


Solusi: Tumbuhkan perasaan empati, pembelajaran anak bagaimana memperlakukan orang lain, seperti halnya ia ingin diperlakukan. Perilaku yang baik dimulai dari orang tua. Orang tua sebagai panutan yang baik. Sudah waktunya introspeksi diri. Orang tua sebagai cerminan karakter anak.

Related Posts