navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

5 Dampak Negatif Jika Jadi Korban Selingkuh, Bukan Hanya Patah Hati Saja


 5 Dampak Negatif Jika Jadi Korban Selingkuh, Bukan Hanya Patah Hati Saja


Perselingkuhan bisa dibilang sebagai kejahatan paling besar dalam menjalin sebuah hubungan. Tentu tidak ada yang ingin jadi korban selingkuh.


Mereka yang jadi korban selingkuh bukan hanya merasa kecewa dan sedih. Dilansir dari HelloSehat, mereka bahkan dapat mengalami berbagai masalah mental yang cukup serius.


Berikut adalah beberapa dampak buruk perselingkuhan terhadap kesehatan mental:


1. Merasa tidak berharga


Tidak hanya merasa disakiti, korban selingkuh akan cenderung merasa tidak berharga. Mereka merasa masalah itu terjadi karena dirinya tidak bisa memenuhi keinginan pasangan. Mereka akan merasa tidak mampu hingga akhirnya merasa kehilangan harga diri.


Hal tersebut dapat menimbulkan dampak yang tidak ringan. Seseorang mungkin akan mulai berpikiran negatif yang sebenarnya belum tentu benar. Bisa juga cenderung menyalahkan diri sendiri terhadap perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangan, padahal belum tentu semuanya adalah kesalahannya.


Jika dibiarkan berlarut-larut, korban selingkuh akan kehilangan rasa percaya diri dan kurang bersyukur terhadap hal yang dimiliki saat ini.


2. Depresi


Menurut sebuah penelitian yang dimuat di NCBI, pengalaman yang memalukan bisa menimbulkan depresi di kemudian hari. Walau bukan salahnya, korban selingkuh cenderung merasa malu jika pasangannya ketahuan berselingkuh.


Kesehatan mental mereka dapat menurun drastis hingga korban merasa depresi. Jika sudah pada tahap itu, gejala yang terlihat antara lain merasa sedih berlarut-larut, kehilangan nafsu makan, dan mengalami gangguan tidur.


3. Gangguan kecemasan


Gangguan kecemasan biasanya muncul saat seseorang merasa di bawah tekanan atau ancaman. Setelah dikhianati, korban selingkuh cenderung trauma terhadap hal yang telah dialaminya.


Kondisi ini akan menjadi semakin parah jika perselingkuhan itu berdampak besar pada aspek kehidupan korban lainnya. Hal ini mungkin terjadi pada korban perselingkuhan yang sudah menikah.


4. Masalah makan


Perubahan selera makan juga mungkin terjadi saat stres dan tertekan. Namun, polanya sangat mungkin berbeda pada tiap orang. Ada orang yang cenderung lebih banyak makan saat tertekan, tapi ada juga yang justru kehilangan selera makan.


Kondisi ini kemudian dapat menimbulkan masalah kesehatan fisik. Makan terlalu sedikit membuat tubuh kekurangan nutrisi dan kehilangan salah satu sumber energi. Di sisi lain, makan terlalu banyak juga berdampak buruk pada kesehatan fisik, seperti sakit perut dan mual.


5. Menggunakan obat-obatan terlarang


Para kondisi tertentu sekalipun Anda adalah orang yang kuat dan tegas, perselingkuhan bukan hal yang mudah diterima sehingga memberi pada kesehatan mental.


Dampak negatif yang bisa dibilang sangat ekstrim adalah timbulnya keinginan bunuh diri atau lari kenyataan karena merasa itu terlalu sukar untuk dihadapi.


Dalam kondisi yang tidak mengenakkan itu, korban selingkuh memang bisa saja tidak berpikir sehat hingga melakukan hal-hal ekstrim yang dapat merugikan diri sendiri, seperti menggunakan obat-obatan terlarang sebagai tempat untuk ‘mengalihkan perhatian’ atau ‘melarikan diri’ dari kenyataan pahit di depan mata.

Related Posts