navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

Kisah Aneh Seorang Ibu Dan Bayinya Yang Mengalami Gangguan Jin Pasca Melahirkan.


 Kisah Aneh Seorang Ibu Dan Bayinya Yang Mengalami Gangguan Jin Pasca Melahirkan.


Ini adalah sepenggal kisah seorang ibu ketika melahirkan anak kelimanya. Satu kejadian yang agak berbeda. Penulisan kisah ini setelah disetujui oleh yang bersangkutan dan beliau menceritakan kronologis kejadian tersebut. 


Ini adalah kisah nyata yang saya alami, satu kejadian yang membuat saya heran dan bergidik ketika menyadarinya. 


Tanggal 27 September 2020, saya sudah merasakan kontraksi tanda bayi dalam kandunganku akan segera lahir. 

Sekitar jam 8 pagi saya pergi ke PKM untuk memeriksakan kandungan, ternyata sudah pembukaan 1.

Kemudian pada jam 09.30 sudah pembukaan 3, dan pada jam 10.23 lahirlah adik bayi dengan berat badan 3 kg. Berat badan yang ideal untuk seorang bayi.

Nah, antara pembukaan 3 menuju proses kelahiran ini saya merasakan sakit yang luar biasa, sangat-sangat sakit, berbeda dgn kelahiran anak ke 1, 3 & 4 (anak ke-2 melalui SC). Setelah adik bayi lahir saya dibiarkan begitu saja, tidak dibersihkan dari darah persalinan (kata nakes ini adalah aturan baru) & disuruh diam tidak boleh bergerak sama sekali selama 2 jam. Menurut saya ini agak aneh, apakah memang ada aturan baru seperti ini? 


Jam 1 siang saya pulang, namun saya rasakan perutku sakit-sakit terus seperti kontraksi sampai saya merasa kelelahan. Saking lelahnya menjelang maghrib seperti mau tertidur, saya sudah berusaha untuk menahan mata untuk tidak merem, tapi ternyata tidak kuat. Ngantuk sekali plus sangat capek. Tiba-tiba antara sadar dan tidak saya melihat ada seorang perempuan jelek sangat jelek, rambutnya panjang, mukanya hancur, mulutnya lebar berdiri di pintu tepat di depanku berbaring. Spontan saya langsung membuka mata lebar-lebar ternyata tidak ada orang. Tidak lama setelah penampakan perempuan jelek itu saya melihat ada seorang anak laki-laki kecil yang hanya bercelana pendek tanpa memakai baju berlari keluar dari arah kamar anakku di sebelah. Karena penasaran lalu saya tengok ke kamar anakku, ternyata mereka semua ada di kamar dan berpakaian lengkap. 


Sejak dari kejadian itu rasa lelahku tidak pernah hilang bahkan sakit sekali punggungku kalo menjelang maghrib sampai waktu subuh, tiap hari seperti itu. 

Dan adik bayi tiap malam menangis keras sekali (beda dengan bayi pada umumnya). Padahal kuat sekali minum ASI karena ASI yang keluar bisa di bilang banyak sampai banjir-banjir. Jadi tiap hari begadang sampai pagi karena adik nangis tidak mau tidur, padahal kakak-kakaknya tidak pernah bikin begadang kecuali jika ada yang sakit. Tiap hari berat badanku turun 1 kilo... 


Tanggal 4 Oktober 2020, hari Ahad. 

Aqiqahnya adik bayi, kakakku sempat bertanya dan menegur "Begini semua anak-anakmu dulu (kuning & kurus)?" dengan penuh keheranan. Saya cuma jawab "Begitu memang... "

Suami juga menegur "Kapan bayi berisi badannya?" selalu jawabanku "Begitu memang, nanti juga berisi"

Saya pun kadang bertanya dalam hati kenapa begini adik bayi, tapi seolah saya jawab sendiri juga "Begini memang..."

Tiap kali sadar & bertanya kenapa adik ini, selalu seperti ada bisikan "Begini memang...." Jadi sepertinya dalam diriku ada 2 orang, kadang dalam pikiran seperti ada pertentangan, kayak orang baku bantah begitu. 

Karena saya memang cuma dengan anak-anak di rumah (4 orang anak, karena anak pertama meninggal saat usianya baru 3 hari) terasa sekali lelah, emosi gampang sekali tersulut, anak-anak bikin salah sedikit saja sudah meledak-ledak emosiku padahal tidak seharusnya marah. Setelah marah muncul lagi rasa menyesal (seperti 2 orang yang berbeda dalam diri ini). 


Begitu terus tiap hari karena suami kerja, selalu seperti ada bisikan "Punya anak cuma bikin susah, bikin capek, tidak bisa apa-apa" pokoknya bisikan negatif semacam itu tiap hari sampai puncak bisikan itu seperti disuruh bunuh semua anak-anak. "Bunuh saja! Bunuh saja!" selalu saya tepis, saya istighfar lagi. Sekali lagi benar-benar saya merasa seperti ada 2 orang yang berbeda dalam diriku, seperti orang berkepribadian ganda. 


Cuma marah terus yang saya rasa, marah juga dengan suami, kayak benci sekali padahal semua pekerjaan rumah sudah beres diselesaikan sebelum dia berangkat kerja. Tapi saya jengkel sekali liat suami di rumah, tidak suka liat suami di rumah. Suka nangis sendiri, sedih tanpa alasan. 

Dan dari awal adik bayi memang tidak mau digendong siapapun, digendong papanya juga nangis kejer-kejer, jadi benar-benar selama 3 minggu pertama itu adik bayi cuma saya yang gendong, saya yang mandikan, semua saya sendiri yang urus dan selama 3 minggu itu juga saya tidak sadar kalo adik bayi sudah kurus sekali bahkan sudah sangat kurus. 

Papanya selalu menegur "Kapan berisi badannya? " masih sama jawabanku "Begitu memang"


Tanggal 19 Oktober 2020, hari Senin pagi datang mbok tukang urut karena saya berniat untuk urut adik bayi. Dibuka bajunya adik bayi. Ketika adik dibalik badannya untuk diurut punggungnya spontan mbok kaget. "Kenapa ade begini?"

Kondisi adik saat itu keriput, pantatnya cuma tulang terbungkus kulit, papanya juga kaget, akungnya (mbahnya) juga kaget, dan saya masih belum ngeh saat itu. Ketika papanya (suamiku) tanya sama si mbok : "Kenapa kira-kira ade begitu mbok? Padahal kuat sekali minum ASI karena ASI sampe banjir-banjir juga."


Nah, disitulah baru saya tersentak kaget. "Kenapa adek? " Saya mulai panik dan gelisah mendengar penjelasan si mbok yang katanya kemungkinan ada kelainan tulang atau pertumbuhan bla bla bla...

Selesai adik diurut kemudian saya lagi yang diurut, nah pas saya yang diurut itu lagi-lagi dibuat sadar ternyata ASIku tidak keluar airnya padahal selama 3 minggu itu saya rasa adik kuat minum ASI dan saya liat biasa tumpah dari mulutnya. Payudaraku juga sempat bengkak jika lambat memberi ASI. Semakin panik karena ternyata tidak keluar ASI, mulailah saya berpikir ada yang tidak beres yang menyebabkan adik bayi kurus. Akhirnya saya bilang sama suami untuk ruqyahkan air untuk saya minum. Setelah minum air itu baru saya sadar semuanya ingat semua, selama ini selalu bertentangan dalam pikiran, ingat juga kalo saya sendiri pun kadang bertanya kenapa bayiku kurus tapi selalu saya jawab dalam pikiranku "Memang begini... "


Ketika datang uti (mamaku) langsung beliau kasih saran "Coba hubungi ustadz yang ruqyah mama dulu"

Disitu masih bertentangan lagi pikiranku. Saya bilang " Tidak usah ma, sudah diruqyah papanya ini tadi. Tidak apa-apa ini. Nanti diusahakan biar lancar ulang ASI atau beli sufor". Begitu jawabku. 

Uti bilang lagi, "Nduk, kalo mata kita kelilipan itu tidak mungkin bisa ditiup sendiri pasti ba suruh orang lain tiupkan. Coba saja hubungi ustadz karena mama juga berapa kali di ruqiyah di sana "

Saya sadar kembali, akhirnya langsung saya WA ustadz Abu Falah siang itu juga pas masih sadar itu. 

Beberapa jam kemudian saya merasa baik-baik lagi, dan kayak disuruh larang suami untuk jemput ustadz. Tapi suami tetap jemput. Akhirnya malam itu ustadz meruqyah saya. 


Saat ustadz Abu Falah baru memulai ruqyah, reaksi aneh ditunjukan oleh adik bayi yang saya letakkan di samping saya. Si adik langsung menangis keras sampai harus digendong oleh papanya, dan terus menangis keras selama saya di ruqyah. Tangisan adik baru berhenti setelah saya muntah dan terasa ada sesuatu yang besar keluar dari mulut saya. Setelah tangisnya berhenti adik bayi tertidur pulas dan tidak terganggu dengan proses ruqyah padahal suara ustadz Abu Falah lumayan keras. Ketika diruqyah saya sempat kesurupan dan banyak mengeluarkan muntah. Menurut apa yang disampaikan oleh ustadz dan suami setelah ruqyah, ada beberapa jin yang bersemayam di dalam tubuh saya diantaranya di pundak yang memang selama setelah melahirkan selalu terasa berat apalagi ketika menyusui bayi. 


Kemudian juga ada di kepala, dan satu lagi ada jin yang bersemayam di payudara. Kecurigaan ustadz ada jin yang bersemayam di sana adalah karena adik bayi minum ASI sangat kuat tetapi badannya bukan berisi melainkan bertambah kurus seperti bayi kurang gizi. Maka ustadz Abu Falah meminta bantuan suami untuk menekan bagian payudara dan ternyata memang terjadi reaksi. 


Oh ya, 3 hari sebelum saya di ruqyah saya sempat melihat ada sesosok laki-laki tanpa baju berdiri di depan kamar sekitar jam 3 pagi. Awalnya saya menduga bahwa sosok itu adalah suami, namun setelah sholat subuh saya tanyakan pada suami ternyata beliau tidak berdiri di depan kamar. 


20 Oktober 2020, hari Selasa. 

Setelah ruqyah adik bayi sudah kelihatan segar wajahnya tapi urat-urat di kepalanya itu terlihat jelas nongol bergerak-gerak, perutnya juga begitu terlihat jelas sekali ususnya dibalik kulitnya, tulang-tulang dadanya juga terlihat jelas dari balik kulitnya, kurus sekali, kakinya keriput, tangan keriput. Kulitnya mengelupas bagai bayi yang baru lahir, warna kulitnya juga sudah mulai memerah dialiri darah karena sebelumnya kuning, sangat kuning, seperti tidak ada darah. Rambutnya mulai tumbuh lagi.


Muncul lagi penyesalan dalam hati kenapa baru sadar setelah adik bayi sudah begini, sedih lagi, menyesal sekali, menangis, menghayal pandangan kosong lagi. Papanya ingatkan jangan menghayal jangan kosong pandangan, jangan sedih karena adik bayi ikut merasa. Alhamdulillah berhasil melawan perasaan-perasaan sedih itu. Tapi tiap tidur malam mimpi diserang ular, didatangi perempuan jelek itu lagi, mimpi diserang banyak sekali binatang.


Tanggal 29 Oktober 2020 ustadz Abu menanyakan perkembangan pasca ruqyah, dan saya ceritakan perkembangan yang terjadi. Lalu ustadz menyarankan untuk di ruqyah kembali. Disepakati hari Sabtu malam 31 Oktober 2020 di ruqyah lagi. Masih ada reaksi muntah tapi tidak sekeras ruqyah pertama. 


Alhamdulillah, setelah dua kali ruqyah sudah tidak ada gangguan lagi, adik bayi juga sudah pulih, pipinya, paha & tangannya sudah berisi lagi. ASI juga sudah kembali lancar, tidak pernah lagi begadang malam. Bangun hanya kasih ASI saja tidur kembali, suara tangisan bayi sudah normal seperti bayi pada umumnya, tidak lagi keras seperti sangat dipaksa suaranya.


Oh iya, kulitnya mengelupas terus terakhir minggu kemarin, kayak kulit bayi yang baru keluar dari dalam rahim yang terkelupas itu. Benar-benar seperti bayi baru lahir...


Alhamdulillah, semoga Allah melindungi keluarga kami dari segala gangguan jin.

Related Posts