navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

Inilah Peringatan Bagi Yang Suka Membicarakan Aib Orang Lain


 Inilah Peringatan Bagi Yang Suka Membicarakan Aib Orang Lain


Tidak ada seorang pun manusia di muka bumi yang luput dari dosa kecuali Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, yang ma'shum (terjaga dari dosa). 

Dosa maupun kesalahan adalah aib yang wajib disembunyikan.


Rasulullah SAW melarang umatnya untuk tidak membuka atau menceritakan aib sendiri kepada orang lain. Beliau mengajarkan kepada kita agar menyembunyikan dosa-dosa maupun aib kita.


Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah riwayat Sahih Al-Bukhari:

كُلُّ أُمَّتِيْ مُعَافَى إِلَّا اْلمُجَاهِرِيْنَ


Semua umatku itu di dalam maafnya Allah, dan cepat sekali diampuni Allah.


Namun mereka itu banyak yang dihambat pengampunannya oleh Allah, karena mereka banyak bercerita tentang dosa-dosanya kepada orang lain.


Ulama yang pernah menjadi pemimpin Majlis Rasulullah SAW, Al-Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa pernah mengatakan, pengampunan Allah Ta'ala itu akan tertahan gara-gara seseorang banyak cerita tentang aibnya.


Namun, apabila menceritakan dosa (kesalahan) kepada guru, ulama, atau kiyai dengan maksud untuk meminta nasihat tidak mengapa. Sebagaimana para sahabat datang kepada Rasulullah SAW memohon pendapat telah berbuat dosa ini itu dan lain sebagainya.


Akan tetapi, jika disebarkan seluas-luasnya kepada orang lain, maka itu menjauhkan atau menyulitkan dapatnya pengampunan. Orang-orang yang suka menyampaikan aibnya pada orang lain, itu mengecewakan dan menyakiti perasaan Allah Ta'ala.


Teruntuk kaum perempuan berhati-hatilah dalam berkumpul toh itu di warung, di pasar, apa lagi di tempat pengajian itu gk mencerminkan, jaga ucapan jangan sampai menyakiti hati orang lain,, apalagi hal duniawi yang kalian sombongkan. 


Terlalu banyak Menceritakan/membicarakan aibnya toh itu teman, sahabat, Tetangga bahkan keluarga terdekatnya... Begitu tajamnya lidah dari mulut ke mulut ,bahkan jaripun ikut berbicara karena sosial media sampai lupa bahwa hal yang paling jelek/buruk itu adalah ia yang menyebarluaskan aibnya sendri. 


Related Posts