navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

Tanyakan Ini Kepada Lelaki, Jika Ia Menuntutmu Untuk Sempurna


 Tanyakan Ini Kepada Lelaki, Jika Ia Menuntutmu Untuk Sempurna


Mungkin kamu mengharapkan seorang istri yang semisal Khadijah keibuan lagi Sholehah.

Barangkali kamu menginginkan seorang pendamping yang seperti Aisyah, muda lagi cerdas. Pun mungkin saja kamu memimpikan pasangan hidup layaknya Zulaikha, cantik lagi kaya.


Akan tetapi jawablah pertanyaan ini baik baik.


Khadijah itu bukanlah perempuan muda. Apakah kau sanggup seperti Rasulullah, menerima isteri yang 15 tahun lebih tua dari beliau?


Aisyah itu pencemburu berat. Pernah banting piring di depan para tamu. Sungguh apakah kau bisa sesabar Rasulullah, yang menanggapi kemarahan istrinya dengan senyum dan kasih sayang?


Pun Zulaikha pernah mempunyai masa lalu yang bisa paling buruk.

Pernah menggoda lelaki tampan tanpa rasa malu. Aduhai mampukah kau sebijak Yusuf, yang memaafkan bahkan menerimanya dengan ketulusan ?




Ya. Jika istri para Rasul yang amat Sholehah saja punya kekurangan , maka apalagi perempuan di zaman ini, bukan?


Jadi saat kau dengan lantang mengatakan "saya terima nikahnya" saat itulah seharusnya  kau siap menerima semuanya.

Menerima masa lalu nya, seburuk apapun itu. Menerima kekurangan nya sejelek apapun itu.

Menerima apapun yang ada pada istrimu dengan tetap memposisikan diri sebagai imam, selalu membimbing dan menuntunnya menjadi lebih baik.


Pada intinya,

Sebagaimana kau pun tidak sempurna, jangan pernah menuntut sempurna pada pasanganmu. Cintai dia tanpa tapi, sayangi dia dengan hati.

Bisa?

Related Posts