navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

NGERI, INILAH BALASAN BAGI ORANG YANG LALAI TERHADAP SHALAT


 NGERI, INILAH BALASAN BAGI ORANG YANG LALAI TERHADAP SHALAT


Diceritakan bahwa dahulu ada seorang wanita yang meninggal dunia. Wanita ini dikisahkan mempunyai saudara laki-laki yang menyayanginya.


Pada saat pemakamannya, saudara laki-lakinya ini beserta orang-orang ikut menguburkannya ke pemakaman. Tanpa disadari, dompet saudara laki-lakinya ini jatuh tanpa ada satupun yang mengetahuinya. Akhirnya dompet itu pun ikut terkubur di bawah tumpukan tanah yang mengubur jasad saudarinya.


Ketika orang-orang telah meninggalkan kuburan, laki-laki ini kembali ke kuburan untuk membongkar kuburan saudarinya. Tetapi alangkah terkejutnya dia saat membongkar kuburan itu manakala melihat bagian dalam kuburan saudarinya itu mengeluarkan api.


Dengan perasaan takut, dia pun lantas bergegas menutup kembali kuburan itu dan pulang ke rumah untuk menemui sang Ibunda.


Dia pun kemudian bertanya kepada ibunya, "Wahai Ibu, amalan apa yang telah dilakukan oleh saudariku?" 


Ibunya bertanya dengan heran, "memang ada apa sehingga engkau bertanya seperti itu?"


Lalu dia pun menceritakan peristiwa yang dialami kepada sang Ibunda. Ibunya pun kemudian menangis sambil berkata, "Wahai anakku, sesungguhnya saudarimu ketika masih hidup merupakan wanita yang menyepelekan shalat. Dia seringkali mengakhirkan shalat."


(Dalam kitab Irsyâdu al-‘Ibâd karya Syekh Zainuddin al-Malibari dalam bab Fadhlish Shalâtil Maktûbah)


Dari Anas bin Hakim Adh Dhabi, dari Ziyad atau Ibnu Ziyad, dia datang di Madinah dan bertemu dengan Abu Hurairah berkata: Ia minta dijelaskan keturunanku, maka saya menunjukkan nasabku : Abu Hurairah berkata : “Hai pemuda, maukah saya ceritakan hadits kepadamu ?”. Saya menjawab : “Baiklah, semoga Allah memberikan rahmat kepadamu”. Yunus berkata : “Saya mendengar ia menuturkannya dari Nabi Shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda :


“Sesungguhnya amal-amal hamba yang pertama kali diperhitungkan pada hari kiamat adalah shalat."


Beliau bersabda :


"Allah Subhanahu wata'ala berfirman kepada para malaikatNYA : “Lihatlah shalat hambaKu, ia shalat dengan sempurna atau kurang sempurna. Apabila shalat itu dikerjakan dengan sempurna maka catatlah kesempurnaan baginya. Apabila shalatnya kurang sempurna maka lihatlah apakah hambaKU mempunyai shalat sunnah? Jika ia memiliki shalat sunnah maka Allah berfirman pada para malaikat;: “Sempurnakanlah bagi hambaKu akan fardhunya dari shalat sunnahnya”. Kemudian catatlah seluruh amal-amal itu seperti itu. (HR. Abu Daud)


Perhatikanlah firman Allah, yang artinya :


“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Maa’uun: 4-5)


Al-Haafidz Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala berkata, yang dimaksud orang-orang yang lalai dari shalatnya adalah:


1. Orang tersebut menunda shalat dari awal waktunya sehingga ia selalu mengakhirkan sampai waktu yang terakhir.


2. Orang tersebut tidak melaksanakan rukun dan syarat shalat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.


3. Orang tersebut tidak khusyu’ dalam shalat dan tidak merenungi makna bacaan shalat.


Dan siapa saja yang memiliki salah satu dari ketiga sifat tersebut maka ia termasuk bagian dari ayat ini (yakni termasuk orang-orang yang lalai dalam shalatnya).


Wallahu'alam bish shawab.

Semoga bermanfaat

Related Posts