navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

Inilah Penyebab Wanita Muslimah Ditolak Surga Meski Rajin Ibadah, Berikut Penjelasannya


 Inilah Penyebab Wanita Muslimah Ditolak Surga Meski Rajin Ibadah, Berikut Penjelasannya


Kisah ini datang dari seorang wanita yang rajin ibadah, puasa, dan amalan-amalan yang lain, meski demikian wanita ini ditolak surga, penasaran apa penyebabnya, berikut kisahnya.


Alkisah, ada seorang wanita yang sangat rajin beribadah, dia selalu shalat fardu dengan tepat waktu, shalat sunnahnya pun tak pernah ketinggalan.


Wanita yang rajin ibadah ini pun rajin bersedekah, infak, dan menyantuni anak yatim serta fakir miskin, namun ada yang disayangkan dalam dirinya, ia belum bersedia berhijab untuk menutupi auratnya.


Setiap kali orang bertanya “Kenapa belum berhijab”, ia hanya tersenyum dan menjawab “Insya Allah, yang penting hijabi hati dulu”.


Sudah banyak orang yang menasehatinya untuk berhijab, namun jawabannya yang ia lontarkan tetap sama yaitu menghijabi hatinya dulu.


Sampai pada satu malam, ia sedang tidur dan bermimpi, dalam mimpinya ia berada di sebuah tempat yang sangat indah dan udaranya segar.


Di sekelilingnya dipenuhi dengan bunga yang bermekaran dan beraroma wangi semerbak, ternyata dia sedang berada di sebuah taman.


Selain dirinya, terdapat beberapa wanita lain yang sedang menikmati keindahan taman itu, wajahnya memancarkan cahaya yang lembut.


Lalu ia menghampiri salah satu wanita itu, dan berucap “Assalamualaikum saudariku?”.


“Waalaikumussalam, selamat datang saudariku” jawab wanita itu, “Terima kasih, apakah ini syurga ? ”tanya nya lagi.


“Tentu Bukan Saudari, ini hanyalah tempat menunggu sebelum masuk syurga”


“Benarkah ?” tanya nya seakan tak percaya.

Lalu wanita itu tersenyum dan mengatakan, “Amalan apa yang membuatmu kesini?”.


“Aku selalu menjaga shalatku ditambah sunnah dan ibadah-ibadah yang lain,” jelasnya.

Di tengah-tengah percakapan mereka, tiba-tiba jauh di taman itu pintu surga yang sangat indah mulai terbuak, satu persatu wanita di taman itu mulai memasukinya.

Setengah berlari wanita itu berkata “Ayo kita ikuti mereka,”


“Apa di balik pintu itu?”


“Tentu saja Surga saudariku” 

Sambil berlari semakin cepat, “Tunggu... aku..” ia berusaha mengejar wanita itu untuk menyusul dengan berlari sekuat tenaga, namun ia tak mampu menyusul wanita itu, kemudian bertanya setengah teriak “Amalan apa yang membuatmu begitu ringan,”


“Sama sepertimu” jawab wanita itu. “Amalan apalagi yang tidak aku lakukan, sedangkan kau lakukan.” Tanya nya lagi.


Kemudian wanita itu tersenyum dan menatapnya sambil berkata, “Lihatlah apa perbedaan antara aku dan kamu, apakah kamu mengira Allah akan mengizinkanmu untuk memasuki Surga-Nya dengan membuka aurat seperti itu?, cukup surga sampai di hatimu saja. Bukankah niatmu hanya menghijabi hati saja,”


Kemudian, ia terbangun dari mimpinya, lalu ia menangis dan bertaubat menyesali semuanya dan berjanji akan segera menutup aurat nya. Ma Sya Allah.


Itulah kisah, wanita yang rajin ibadah namun ditolak untuk surga. 


hikmah yang dapat diambil adalah serajin apapun kita beribadah, sebanyak apapun harta kita yang kita sedekah kan pada orang lain dengan niat lillah tapi kita tidak pandai menutup aurat, maka pintu surga tertutup untuk kita.


Maka itu saudariku, mulailah dari sekarang untuk menutup aurat, dengan kain yang bernama hijab, tutup auratmu secara kaffah, jangan setengah-setengah, jangan kau perlihatkan auratmu, karena auratmu begitu berharga.


Allah sangat memuliakan wanita, sampai pada pakaiannya pun Allah perhatikan, Allah katakan dalam Al-Qur'an supaya wanita menutup aurat, sebagaimana dalam Al-Qur'an dijelaskan :


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا


Artinya: Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka !” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (al-Ahzâb:59).


Related Posts