navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

Inilah Amalan Istri yang Dapat Mendorong Kesuksesan Suami


 Inilah Amalan Istri yang Dapat Mendorong Kesuksesan Suami


Isteri yang bersyukur atas segala karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya.


Peran baik dan doa istri bisa menjadi penolong seorang suami ketika mengalami kesulitan. Artinya, disadari atau tidak, seorang istri menjadi kekuatan penting dalam kehidupan suami. Bukan hanya pelengkap, tapi isteri adalah penentu utama dan memiliki peran besar bagi kesuksesan suami dan buah hatinya. 


Maka sangat beruntung bagi laki-laki yang mendapatkan wanita yang mampu menjadikannya lebih besar daripada sebelumya. Yang mampu membuatnya lebih tabah, ulet, sabar, kuat dalam menghadapi liku-liku kehidupan. Isteri yang demikian itulah yang digambarkan Rasulullah sebagai sebaik-baiknya perhiasan dunia, isteri sholeha.


Hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam :

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash ra, Bahwa Rasulullah bersabda : 


“Dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang terbaik adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)


Jadi, seorang perempuan yang menjadi isteri haruslah dapat mengfungsikan dirinya laksana perhiasan yang melekat pada diri pemakainya. Isteri harus selalu menjadi penyejuk, penyedap, pesona dan pemberi semangat hidup pada suaminya.


Isteri juga merupakan wakil suami dalam keluarga. Dari Ibnu Umar radhiyallahu'anhu. berkata, Rasulullah SAW. Bersabda :


“Setiap orang di antaramu adalah penanggung jawab dan setiap orang diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya, seorang imam adalah penanggung jawab atas umatnya, ia diminta tanggung jawab atas kepemimpinannya, seorang suami penanggung jawab atas keluarganya, ia diminta tanggung jawab atas kepemimpinanya, seorang isteri penanggung jawab atas rumah tangga suaminya (Bila suami pergi), ia diminta tanggung jawab atas kepemimpinanya.“ (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)


Setiap isteri wajib menghormati kepemimpinan suaminya di rumah dan diluar rumah. Isteri harus menempatkan diri sebagai wakil suami selaku pemimpin rumah tangga, ia tidak boleh melampaui batas sebagai wakil ini, karena itu, isteri harus meminta persetujuan suami bila melakukan tindakan penting dalam rumah tangganya.





Karena isteri menjadi wakil suami, maka segala tindakan isteri dalam mengurus rumah tangga suami, dalam menggunakan uang belanja, mengurus anak dan mengawasi pembantu rumah tangga, semua itu harus dipertanggung jawabkan kepada suami.


Rasulullah juga bersabda :


Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : 


“Sekiranya aku boleh menyuruh seseorang sujud kepada orang lain, tentu aku akan menyuruh seorang isteri sujud kepada suaminya." (HR. Tirmidzi)


Maka isteri diwajibkan menaati suaminya, selama perintah-perintah dari suaminya itu benar. Sebaliknya, seorang isteri mempunyai kewajiban berdakwah. Orang yang paling utama didakwahi adalah suaminya sendiri. Karena itu tugas seorang isteri membantu kehidupan beragama suaminya adalah fardhu ‘ain. Isteri adalah seorang yang paling bertanggung jawab meluruskan perilaku suami yang tidak sejalan dengan ketentuan Islam.


Bila suami kurang pengetahuan Islamnya, sedang isteri banyak tahu, maka ia wajib mengajari suaminya, karena itu isteri wajib terus menerus belajar agama agar dapat membantu suaminya dalam menegakkan kehidupan beragama atau menyuruh (Dengan baik/halus) kepada suami untuk mempelajari juga tentang agama.


Dari Abdullah bin Salam, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :


“Sebaik-baik isteri yaitu yang menyenangkanmu ketika kamu lihat, taat kepadamu ketika kamu suruh, menjaga dirinya dan hartamu ketika kamu pergi." (HR. Thabarani)


Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :


اَلرِّجَا لُ قَوَّا مُوْنَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَاۤ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَا لِهِمْ ۗ فَا لصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُ ۗ وَا لّٰتِيْ تَخَا فُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَا جِعِ وَا ضْرِبُوْهُنَّ ۚ فَاِ نْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلِيًّا كَبِيْرًا


"Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (isteri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya. Sungguh, Allah Maha Tinggi, Maha Besar."

(QS. An-Nisa : Ayat 34).


Hadits dan firman dan ayat di atas memerintahkan isteri mentaati suami, menjaga harta suami dan memelihara kehormatanya pada saat suami tidak dirumah, taat dalam artinya mengikuti perintah yang benar, yang tidak berlawanan dengan ketentuan agama.


Yang lebih penting lagi, ketaatan dan keshalihan isteri akan membantu kelancaran dan kesuksesan suami. Suami isteri yang taat kepada Allah akan mendatangkan keberkahan dan kemudahan rezeki. 


Memang, Allah telah memberikan rezeki bagi masing-masing. Namun, isteri adalah jembatan emas bagi suami untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Jangan anggap enteng doa seorang isteri untuk suaminya karena itu setara dengan doa ibu untuk anaknya.


Ada beberapa sifat isteri yang bisa membuat rezeki suami mengalir deras. Antara lain, pertama, isteri yang tawakal kepada Allah. Di saat seseorang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupi rezekinya.


“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq: 3).


Kedua, isteri yang suka bersedekah. Seorang isteri yang suka bersedekah pada hakikatnya sedang melipat gandakan rezeki suaminya. Sebab salah satu keutamaan sedekah sebagaimana disebutkan dalam surat Al Baqarah, akan dilipat gandakan Allah hingga 700 kali lipat. Bahkan hingga kelipatan lain sesuai kehendak Allah.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَا لَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَا بِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَا للّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَآءُ  ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ


“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261).


Ketiga, kewajiban isteri kepada suami adalah mentaatinya. Sepanjang perintah suami tidak dalam rangka mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, isteri wajib mentaatinya.


Apa hubungannya dengan rezeki? Ketika seorang isteri taat kepada suaminya, maka hati suaminya pun tenang dan damai. Ketika hatinya damai, ia bisa berpikir lebih jernih dan kreatifitasnya muncul. Semangat kerjanya pun menggebu. Ibadah juga lebih tenang, rizki mengalir lancar.


Keempat, isteri yang selalu mendoakan suaminya juga pendukung kelancaran rezeki. Doakan suami agar senantiasa mendapatkan limpahan rezeki dari Allah, dan yakinlah jika isteri berdoa kepada Allah untuk suaminya pasti Allah akan mengabulkannya.

“DanTuhanmu berfirman: 


Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan” (QS. Ghafir: 60).


Kelima, isteri yang pandai bersyukur. Limpahan rezeki suami juga datang dari sifat isteri yang pandai bersyukur. Isteri yang bersyukur atas segala karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya.


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ


“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya azabku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).


Karena itu, mulai saat ini para isteri introspeksi dan memperbaiki ibadahnya kepada Allah dan meningkatkan kepatuhan kepada suami. Perbanyak sedekah dan bersyukur. 


(Wallahu'alam)

Related Posts