navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

Cara Menjadi Pasangan Yang Baik, Cukup Dengan Melakukan 7 Cara Ini !


 Cara Menjadi Pasangan Yang Baik, Cukup Dengan Melakukan 7 Cara Ini !


Jika Anda telah menemukan pria impian Anda, wajar jika Anda berniat menjaganya dan memotivasi diri menjadi pasangan yang lebih baik. Sayangnya, banyak pasangan gagal melakukan hal tersebut karena kurangnya komunikasi.


Untuk menjadi pasangan yang lebih baik, coba lakukan tujuh cara berikut:


1. Jangan memaksakan sesuatu pada pasangan. 


Ini merupakan masalah umum yang dapat menggagalkan hubungan, bahkan sebelum dimulai. Jangan membuat si dia merasa terpaksa menerima kehadiran Anda. Misalnya, Anda mendesaknya untuk segera mengenalkan Anda pada orang tuanya, atau cepat-cepat melamar Anda. Hal ini penting untuk membiarkan semuanya mengalir seiring berjalannya waktu. Rasa cinta dan kasih sayang terbangun oleh waktu kebersamaan Anda dengannya.


2. Menjadi orang yang optimis. 


Tak seorang pun suka dengan orang yang pesimis atau berpikiran negatif. Jika Anda ingin hubungan bersama pasangan berhasil, cobalah untuk mengubah sikap Anda. Jika Anda selalu berpikiran negatif, Anda akan selalu menerima kritikan atau masukan dengan pikiran yang gelap, sehingga bisa membuat pasangan Anda menjauh.


Di sisi lain, jika Anda merasa dewasa, pemikiran yang positif dan optimis akan mencerminkan diri yang bersih. Kehidupan Anda sehari-hari akan dipenuhi dengan tawa sehingga pasangan merasa nyaman dekat Anda, dan ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama Anda.



3. Utamakan kejujuran. 


Kurangnya kejujuran menjadi salah satu penyebab paling umum dari perceraian dan putus cinta. Itulah mengapa, Anda diharuskan untuk tetap menjaga kejujuran dalam menjalin hubungan. Sekali Anda mengetahui bahwa pasangan tidak jujur, Anda akan sulit mempercayainya lagi kan?



4. Tetap merawat diri. 


Ketika menikah, banyak perempuan yang lantas melupakan penampilan diri sendiri. Di rumah hanya memakai daster, makan pun tidak lagi memperdulikan berat badan. "Toh, saya sudah laku!" begitu kata para perempuan (memangnya Anda barang, bisa laku?) Coba bayangkan, kalau Anda berharap pasangan tetap tampil menarik seperti waktu pacaran, ia pun akan berharap Anda demikian. Merawat diri tidak berarti Anda egois atau mementingkan penampilan ketimbang segalanya, kok.


5. Memahami privasi pasangan. 


Meski kini Anda berdua hidup dalam satu atap, bukan berarti Anda tidak memiliki privasi sendiri dan waktu khusus untuk diri sendiri. Sebagai pribadi, Anda tentu tetap butuh jalan bersama teman-teman Anda sendiri, menikmati dunia Anda sendiri. Tidak selamanya, ada hal-hal yang dapat dibagi oleh pasangan kan?


6. Berbagi hobi bersama. 


Kebalikan dari poin nomor lima, memiliki hobi atau ketertarikan yang sama terhadap sesuatu juga bisa membuat Anda kompak. Jika pun Anda kurang tertarik dengan hobinya nonton bola, tak ada salahnya sesekali menemaninya nonton. Siapkan kudapan untuknya, lalu duduklah bersamanya di depan televisi (meskipun Anda sambil membaca novel). Lalu, ikutlah bersorak ketika tim kesayangan suami berhasil membuat gol. Tanyakan bagaimana gol itu tercipta, atau berapa skor terakhir. Itu sudah cukup buatnya.


7. Komunikasi yang hangat. 


Setelah semua hal di atas, ujung-ujungnya komunikasi menjadi kunci terpenting dalam menjalin hubungan. Biasakan untuk membicarakan segala sesuatu yang membutuhkan persetujuan Anda berdua, dengarkan dengan baik setiap masukannya, terima dengan pikiran terbuka, dan diskusikan bersama agar menghasilkan kesepakatan terbaik.

Related Posts