navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

BUKAN KARENA TAKUT KEPADA ISTERI TAPI RASULULLAH MELAKUKANYA HAL INI.


 BUKAN KARENA TAKUT KEPADA ISTERI TAPI RASULULLAH MELAKUKANYA HAL INI.


Suami yang mencuci baju sendiri. 

Bukan karena ingin menyenangkan istrinya. Bukan pula karena takut tangan istri

menjadi kasar.

Tapi Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya.


Suami tidak bersuara keras pada istri.

Bukan karena takut dengan istrinya akan marah dan pergi dari rumah.

Tapi Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya.


Suami yang sabar dan diam ketika istri menuntut hal hal di luar batas kemampuannya.

Bukan karena takut si istri akan berpaling

Tapi Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya.


Suami tersenyum melihat istrinya cemburu kepada perempuan lain. 

Bukan karena takut kepada isterinya.

Tapi Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Melakukannya.


Suami memakan makanan istrinya yang terasa asin ataupun yang kurang enak. 

Bukan karena mencoba romantis di depan istri.

Tapi Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam Menghargai masakan istrinya.


Suami ikut merawat anak anak ketika mereka sakit. 

Bukan karena mereka cocok jadi perawat pribadi.

Tapi Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya.


Merupakan kebiasaan dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membantu pekerjaan istrinya di rumah.


‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata :


كَانَ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ


"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kesibukan membantu istrinya, dan jika tiba waktu shalat maka beliaupun pergi shalat” 

(HR Bukhari).


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam meninggalkan pesan kepada para suami, beliau bersabda :


وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا


‘Sebaik baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri istrinya” 

(HR At-Tirmidzi As-Shahihah no 284).


Seorang suami di rumah bersama istri dan keluarganya tidak boleh gengsinya tinggi dan kasar, tetapi harus ramah dan berlapang lapang dengan keluarga dan istrinya.


Dari Tsabit bin Ubaid Radhiallahu ‘anhu berkata :


عن ثابت بن عبيد رحمه الله قال : مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَجَلَّ إِذَا جَلَسَ مَعَ الْقَوْمِ ، وَلاَ أَفْكَهَ فِي بَيْتِهِ ، مِنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِت


Aku belum pernah melihat seorang yang demikian berwibawa saat duduk bersama kawan kawan namun demikian akrab dan kocak saat berada di rumah melebihi Zaid bin Tsabit” 

(Al-Adab al-Mufrad karya al-Bukhari no 286).


Niatkan sebuah pernikahan itu sebagai bagian dari beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Related Posts