navigation: { postpage: 3, numpage: 3, prev: '‹', next: '›', totalpage: '/' }, relatedpost: { image:false, num:4, noimage: 'https://1.bp.blogspot.com/-fcqYJ8sOUtw/X0zEQsZWkVI/AAAAAAAAI24/hAq1jqHHAhYIZoRqkSsdlh3QBBfYcYAwgCLcBGAsYHQ/s150/fiksioner-no-image.png' }, relatedpostMiddlePost: { num: 4, text: 'Related:' } } //]]>

Ayah Buang Bayi Hidup-hidup ke Sungai


 Ayah Buang Bayi Hidup-hidup ke Sungai

Polisi menyebut, bayi yang diduga hasil hubungan asmara keduanya sementara dibuang didalam kondisi tetap hidup.

Pelaku pembuang bayi perempuan didalam kondisi hidup ke Sungai Kuantan, di Desa Tanjung, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuansing diancam dengan hukuman penjara 15 tahun.

Pelaku tak lain adalah bapak kandung dari bayi tersebut, ia diketahui merupakan kekasih DR, ibu dari bayi malang tersebut.

Kejari Kuansing melalui Kasi Pidum Kejari Kuansing, Samsul Sitinjak menyebut, pelaku disangkakan melanggar pasal 80 ayat (3) Nomor 35 Tahun 2014 berkenaan perlindungan anak. Kemudian pasal 341 KUHP, pasal 343 KUHP.

"Ancaman pidana penjara paling lama 15 th. atau denda paling banyak Rp 3 Miliar," kata Samsul melalui info tertulis, Sabtu (10/10/2020).

Polres Kuansing dengan Polsek setempat dan Kejaksaan negeri (Kejari) Kuansing sebelumnya telah menggelar reka kembali perihal terhadap Jumat (9/10/2020). 

Polisi mengawal rekonstruksi kasus pembuangan bayi tersebut. Rekonstruksi termasuk disaksikan oleh penduduk setempat. 

Ada 12 adegan yang diperagakan oleh tersangka WF sementara dilakukan rekonstruksi, Jumat kemarin. kekinian tersangka telah ditahan di Mapolres Kuansing menunggu proses persidangan.

Merujuk terhadap kronologi moment yang disampaikan kepolisian, terhadap hari perihal DR yang merupakan kekasih WF datang ke kedai tersangka kurang lebih pukul 03.00 WIB dini hari.

Kepada pelaku, DR mengeluhkan perutnya yang sakit. Setelah itu tersangka WF menyuruh DR masuk kedalam kedai dan menghendaki DR berbaring diatas kasur di tengah kedai dan menopang DR jalankan proses persalinan.

"Selesai jalankan proses persalinan, WF selanjutnya mengambil bungkusan plastik," ujar Samsul menceritakan info tersangka.

Samsul mengatakan, plastik itu digunakan tersangka WF untuk membungkus bayi yang baru lahir tersebut. Setelah itu, tersangka berjalan mempunyai bungkusan berikut ke arah belakang kedainya menuju sungai kuantan.

"Setiba di tepi sungai selanjutnya tersangka WF ini mengikat bungkusan berisikan bayi tersebut. Setelah terikat selanjutnya tersangka melenyapkan bungkusan berikut ke tengah sungai kuantan dengan cara mengayunkan bungkusan," terangnya.

Usai memastikan hanyut terbawa arus sungai kuantan, tersangka WF sesudah itu kembali ke kedainya untuk menemui kekasihnya DR. Tersangka WF selanjutnya menopang DR membersihkan sisa darah dari persalinan.

"Setelah itu tersangka WF mengantar DR manfaatkan sepeda motor melalui belakang kedainya," ujar Samsul.

Ia termasuk menyebut, bayi yang diduga hasil hubungan asmara keduanya sementara dibuang didalam kondisi tetap hidup
 

Related Posts